CLICK HERE FOR FREE BLOGGER TEMPLATES, LINK BUTTONS AND MORE! »
Photobucket
Photobucket
Photobucket"

Khamis, 18 Ogos 2011

Jihadnya Sang Mujahidah .

****Risalah Untukmu Duhai Ukhti Al Mujahidah!****

Wahai ukhti muslimah yang telah ridha, Allah sebagai Rabb kalian, Islam sebagai Dien kalian dan Muhammad sebagai Nabi dan Rasul kalian, Ketahuilah!

Musuh-musuh Islam tak henti-hentinya berusaha untuk menjauhkan wanita muslimah dari Agama Islam yang haq dan lurus ini. Di setiap tempat dan kesempatan mereka selalu melontarkan tuduhan-tuduhan keji yang ditujukan kepada wanita-wanita mu’minah yang suci, mereka mengatakan bahwa:
“Islam adalah penjara bagi wanita” karena wanita dalam Islam wajib di rumah, tidak di izinkan keluar kecuali ada hajat".
“Menetapnya wanita di rumah, melemahkan ekonomi suatu negara”.
“Poligami adalah perbuatan hewan”.
“Perceraian adalah suatu kedzaliman”.
“Wanita-wanita muslimah itu sakit, penuh dengan kadas dan panu, oleh karena itu mereka memakai hijab untuk menutupi aibnya”.
Ukhti Al Mujahidah…!
“Jangan kau ikuti langkah-langkah syetan” (QS. An Nur: 21).

Ukhti Al Mujahidah…!
Jangan engkau dengar kata-kata mereka, sebab mereka adalah penganjur yang berdiri di tepi neraka Jahannam dan mengajak serta menyeret ke dalam api neraka Jahannam.
“Mereka tidak mengatakan (sesuatu) kecuali dusta.”(QS. Al Kahfi: 5)

Ukhti Al Mujahidah…!
Tahukah engkau apa yang mereka inginkan? Mereka hanya menginginkan satu perkara. Menghancurkan agama Islam dan merusak generasi Islam dan menyebarkan kekejian di tengah masyarakat beriman.
Mereka menghendaki agar wanita-wanita muslimah yang suci keluar dari rumahnya, dari bentengnya.
Mereka menghendaki agar engkau menjadi barang murahan, sebagai pemuas syahwat.
Mereka menipumu agar engkau keluar dari surga sebagaimana iblis mengeluarkan Nabi kita Adam darinya. Iblis mengeluarkan Adam dan Hawa dari surga dalam keadaan telanjang, tanpa pakaian, yang menutup aurat mereka.
Para pengumbar kejahatan pun meniru gaya dan cara yang sama, jangan kamu hiraukan mereka!
Penuhilah panggilan Allah dan Rasul-Nya, pasti di situ ada kebahagiaan sejati.
Allah hanya menghendaki darimu kesucian, kemuliaan dan keluhuran.

Firman Allah :
“Akan tetapi Allah hendak mensucikan dan menyempurnakan nikmat-Nya kepadamu”. (QS. Al Maidah: 6).

Firman Allah :
“Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang taubat dan mencintai orang-orang yang melakukan kesucian” (QS. Al Baqarah: 222).

Ukhti Al Mujahidah …!

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wasallam telah memperingatkan kalian dengan sabdanya:
“Aku tidak meninggalkan fitnah sepeninggalku yang lebih berbahaya bagi laki-laki dari pada wanita” (HR. Bukhari Muslim).

Ukhtiku, tahukan engkau?? Musuh-musuh Islam telah mengetahui, bahwa kerusakan dan kerendahan moral wanita berarti pengrusakan terhadap masyarakat secara universal dan integral. Seorang tokoh aliran (free masonry) berkata:

“secangkir minuman keras, seorang biduanita dapat menghancurkan ummat Muhammad melebihi kekuatan seribu tank baja, peluru kendali, dan senjata kimia yang canggih. Oleh karena itu buatlah mereka tenggelam dalam cinta materi dan syahwat”.

Temannya yang lain juga berkata:
“Kita harus mempergunakan wanita sebab setiap kali ia mengulurkan tangannya kepada kita, kita telah mendapatkan apa yang kita inginkan dan kita telah berhasil memporak-porandakan serdadu penolong agama Islam”.

Berhati-hatilah kalian wahai saudariku, kaum muslimah adalah sasaran empuk musuh-musuh Alloh dalam menghancurkan Islam. Oleh karenanya, mari perkuat benteng keimanana kita dengan banyak menuntut ilmu syar’I dan banyak amal sholeh. Semoga Allah selalu menunjuki kita ke jalan yang lurus dan jalan yg di ridhoiNya. Amiin Ya Mujiibb.

~Risalah Untuk Mujahidah~

Disisi mujahid ada mujahidah
Yang berjihad untuk Kemuliaan Islam
Yang menyerikan Islam dan tamannya dengan Peribadi solehah
Mereka srikandi Istimewa yang Mengabdikan diri pada Allah dan suaminya
Mujahidah sejati banyak peranannya dalam membangun Islam
Tangan mereka bakal menggoncang dunia
Melalui didikan mereka terhadap putra-putrinya
Ingatlah wahai mujahidah!!! putra-putrimu adalah amanah Allah
Maka Ikutilah Syariatnya
Agar dirimu selalu dalam keredhaannya
Didiklah mereka dg cara Islam Agar insyaAllah mereka menjadi soleh dan solehah
Jadikanlah putra-putrimu mujahid dan mujahidah yg tangguh
Wahai mujahidah!!!Sungguh, Islam kini memerlukan mujahidah Yang beriman, sabar, redha dan bertaqwa
Agar Islam yang gagah tegak kembali di bumi Allah yang mulia ini
Bersama mujahidah sejati...!!!!
Allohu Akbar!!!!

Aku Wanita Mujahidah Sejati...
Yang tercipta dari tulang rusuk lelaki yang berjihad..
Bilakah khan datang seorang peminang menghampiriku mengajak tuk berjihad..
Kelak ku akan pergi mendampinginya di bumi Jihad..
Aku selalu siap dengan semua syarat yang diajukannya..
cinta Allah, Rasul dan Jihad Fisabilillah
Aku rela berkelana mengembara dengannya lindungi Dienullah
Ikhlas menyebarkan dakwah ke penjuru bumi Allah

Tak mungkin ku pilih dirimu..bila dunia lebih kau damba..
Terlupa kampung halaman, sanak saudara bahkan harta yang terpendam..
Hidup terasing apa adanya.. asalkan di akhirat bahagia..
Bila aku setuju dan kaupun tidak meragukanku..
Bulat tekadku untuk menemanimu..

Aku Wanita mujahidah pilihan..
Yang mengalir di nadiku darah lelaki yang berjihad..
Bilakah khan datang menghampiriku seorang peminang yang penuh ketawadhu`an..
Kelak bersamanya kuarungi bahtera lautan jihad..
Andai tak siap bisa kau pilih..
Agar kelak batin, jiwa dan ragamu tak terusik,
terbebani dengan segala kemanjaanku, kegundahanku, kegelisahanku..
terlebih keluh kesahku..
Sebab meninggalkan dakwah karena lebih mencintaimu..
dan menanggalkan pakaian taqwaku karena laranganmu...

Tak mungkin aku memilihmu...
bila yang fana lebih kau cinta..
Lupa akan kemilau dunia dan remangnya lampu kota..
lezatnya makanan dan lajunya makar durjana..
Meniti jalan panjang di medan jihad..
Yang ada hanya darah dan airmata tertumpah..
serta debu yang beterbangan,
keringat luka dan kesyahidan pun terulang..
Jika masih ada ragu tertancap dihatimu..
Teguhkan `azzam`ku tuk lupa akan dirimu..

Aku wanita dari bumi Jihad..
Dengan sekeranjang semangat berangkat ke padang jihad...
Persiapkan bekal diri menanti pendamping hati, pelepas lelah serta kejenuhan..
tepiskan semua mimpi yang tak berarti...
Adakah yang siap mendamaikan Hati ??????
Karena tak mungkin kulanjutkan perjalanan ini sendiri..
tanpa peneguh langkah kaki.. pendamping perjuangan..
Yang melepasku dengan selaksa do`a..
meraih syahid.. tujuan utama..
Robbi.. terdengar panggilanMu tuk meniti jalan ridhoMu..
Kuharapkan penolong dari hambaMu... menemani perjalanan ini..


Alhamdulillah, segala puji bagi Allah Rabb sekalian alam, shalawat serta salam semoga tetap tercurah kepada Nabi yang mulia Muhammad saw, keluarga dan sahabatnya serta orang-orang yang mengikuti petunjuknya sampai hari kiamat. Allahu a’lam bish showab. takber!!!

Kuncikan Aku Di dalamnya !



Kepada Saudariku, Puteri Munawwarah…

di bilik kesukaan Nabi Yusuf a.s bersama buah hatinya, Syuhada

قَالَ رَبِّ السِّجْنُ أَحَبُّ إِلَيَّ مِمَّا يَدْعُونَنِي إِلَيْهِ وَإِلا تَصْرِفْ عَنِّي كَيْدَهُنَّ أَصْبُ إِلَيْهِنَّ وَأَكُنْ مِنَ الْجَاهِلِينَ

Yusuf berkata: “Wahai Rabb-ku, penjara lebih aku sukai daripada memenuhi ajakan mereka kepadaku. Dan jika tidak Engkau hindarkan dari padaku tipu daya mereka, tentu aku akan cenderung untuk (memenuhi keinginan mereka) dan tentulah aku termasuk orang-orang yang bodoh.” (QS Yusuf:33)

Sungguh, Allah menjadikan neraka Jahannam sebagai penjara bagi orang-orang kafir.

Subhanakallahumma wa bihamdika wa tabaarakasmuka wa ta’aalaa jadduka wa laa’ilaaha ghairuka. 

Mahasuci Engkau, ya Allah. Maha Terpuji Engkau dan Maha Mulia nama-Mu serta Mahatinggi kehormatan-Mu, tiada Ilahi selain Engkau semata-mata.

Rabbi ishrah lee sadree Wayassir lee amree Waohlul AAuqdatan min lisanee Yafqahoo qawlee.

Suratku ini dimulai dengan pujian kepada Allah, zat yang memberikan nikmat dan ujian bagi setiap hamba-Nya. Kerana setiap takdir-Nya atas seorang yang beriman adalah baik meski terkadang terasa berat untuk dijalani.

Kemudian kami memohon ampunan kepada Allah atas kelemahan diri ini yang tak mampu menolong saudarinya yang terhormati.

Bagaimana keadaanmu di sana, wahai habibati?
Dan bagaimanakah keadaan Syuhada? Adakah ia dalam keadaan baik-baik saja dalam tarbiyah jihadiyyah ini?

Ukhti Puteri, yang kami cintai .
Kami adalah saudara saudarimu, yang turut merasa pedih dan perih atas ujian yang tengah engkau rasakan, ukhti.

Kami mengerti bahwa perkataan kami ini tidak cukup untuk menggambarkan betapa kami berupaya menjadi sebahagian tubuhmu, di saat engkau merasa sakit.

Kami hanyalah muslim muslimah yang belum mengalami ujian seperti yang engkau alami, ukhti
perkataan dan doa kami tentulah tidak sama dengan perkataan serta doa saudara-saudari kami yang tengah teruji.

Tidak sedikit dari perkataan kami yang tidak membekas pada hati para pembaca dan pendengarnya.
Mungkin kerana hati kami tidak sedekat jarak antara hati mereka yang teruji dengan Robbnya

Ingin rasanya dari dulu menuliskan surat ini padamu, ukhti.
Sebagai ganti kunjungan kami.
Sebagai ganti penyemangat di kala anti merasa sendiri, ukhti

عَنْ أَبِي وَائِلٍ, عَنْ عَبْدِ اللّهِ (بْنِ مَسْعُوْدٍ) قَالَ: جَاءَ رَجُلٌ إِلَىَ رَسُولِ اللّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ: يَا رَسُولَ اللّهِ, كَيْفَ تَرَىَ فِي رَجُلٍ قَوْماً وَلَمّا يَلْحَقْ بِهِمْ؟ قَالَ رَسُولُ اللّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّم َ: «الْمَرْءُ مَعَ مَنْ أَحَبّ». رواه مسلم

Dari Abu Wâ-il dari ‘Abdullah (bin Mas’ud), dia berkata: “seorang laki-laki datang kepada Rasulullah sembari berkata: ‘wahai Rasulullah! Apa pendapatmu terhadap seorang laki-laki yang mencintai suatu kaum padahal dia belum pernah (sama sekali) berjumpa dengan mereka?’. Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa sallam bersabda: “seseorang itu adalah bersama orang yang dia cintai”. (H.R.Muslim)

Ukhti…
Maafkan kami yang belum mengunjungimu
Bukan berarti kami tidak peduli padamu
Kami pun mencintaimu, wahai ukhti
Selama ini, kami hanya bisa mengikuti perkembangan berita mengenaimu melalui situs-situs Islam, televisi dan media yang bisa kami jangkau.

Terkadang kami mencari teman-teman yang telah berhasil bersilaturahim dan mengunjungimu agar kami bisa memperoleh kabar mengenaimu dan mujahid kecilmu di sana.

Ukhti Puteri…
Apalah kami ini bila dibandingkan engkau?
Yang sesungguhnya terjadi, kami merasa malu karena tidak mampu berbuat apa-apa untuk membebaskan engkau, ukhti.

Ingin rasanya tiap hari berkunjung ke sel ukhti agar kita bisa saling menasihati dalam hal kebaikan, ketakwaan dan saling berkasih-sayang juga saling menguatkan satu sama lain.

Ukhti Puteri…
Sungguh lisan ini terasa kelu dan kaku dalam menuliskan surat ini
Sampai-sampai untuk menuliskannya, aku harus sholat istikhoroh memohon pada Allah agar diberi petunjuk dalam memilih diksi kata yang tepat dan agar kiranya apa yang kutuliskan untukmu ini juga disukai Allah buatmu, wahai saudariku.

Ukhti Puteri…
Apalah kami ini bila dibandingkan engkau?
Berbahagialah, ukhti kerana engkau adalah sosok wanita pilihan
Sebagaimana Ummu ‘Umarah , Ummu Sulaim, ukhti Munfiatun, Marwa al Sherbini, Dzhanet Abdullayeva, ataupun Dr. Afia Siddiqui yang tetap tegar dan istiqomah tatkala ujian dari Allah singgah.

Memang telah menjadi sunatullah karakter perjuangan membela dien ini, bahwa para pejuang dinul Islam dan mereka yang beriman kepada Allah akan senantiasa menghadapi berbagai macam ujian, kejaran, pengusiran, penangkapan dan pembunuhan dari musuh-musuh Allah

Ukhtiy Puteri…
Kami mengerti kalau kadang engkau masih terkenang pada suamimu
Bagi kami, beliau merupakan sosok yang luar biasa dalam melindungi keluarganya
Bagaimana tidak, jika hingga akhir hayatnya akhi Adib berjuang sekuat tenaga membela dan melindungi ukhti dan Syuhada?

Sedangkan dari Sa’id bin Zaid radhiyallah ‘anhu berkata: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, artinya: “Barangsiapa yang mati kerana membela (mempertahankan) hartanya maka dia syahid. Barangsiapa mati karena membela keluarganya maka dia syahid, barangsiapa mati kaerana membela agamanya maka dia syahid dan barangsiapa mati karena membela darahnya maka dia syahid.” (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi).

Engkau pasti bangga dan bahagia kerananya
Dan mungkin terkadang air mata ukhti menetes tiap kali terkenang dan merindukan beliau

Ukhti Puteri…
Janganlah sedih.. perpisahan ini hanyalah sesaat, insyAllah kelak Allah akan mengumpulkan kalian bertiga di Jannah yang kekal.

Rasulullah SAW pernah bersabda, “Seseorang (di hari kiamat) akan bersama orang yang dicintainya, dan engkau akan bersama yang engkau cintai.” (HR Bukhori)

Jangan pula bersedih bila ada yang mengejekmu atau menertawakanmu ketika engkau menangis atau bersedih

Allah berfirman dalam surat al Muthaffiffin, “Sesungguhnya orang-orang yang berdosa, adalah mereka yang menertawakan orang-orang yang beriman. Sungguh, kelak pada hari pembalasan, orang-orang yang berimanlah yang akan menertawakan orang-orang kafir.”

رَبَّنَا أَفْرِغْ عَلَيْنَا صَبْراً وَثَبِّتْ أَقْدَامَنَا وَانصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ

Ya Rabb kami, tuangkanlah kesabaran atas diri kami, dan kokohkanlah pendirian kami dan tolonglah kami terhadap orang-orang kafir

Ukhti Puteri,
semoga Allah menuangkan pula kesabaran atas diri ukhti, juga menguatkan pendirian serta menetapkan hati ukhti atas dinul Islam.

Semoga Allah melimpahkan selawat (keberkatan; ampunan) yang sempurna dan rahmat-Nya kepada ukhti.

Serta menjadikan ukhti termasuk dalam orang-orang yang mendapat petunjuk karena kesabaran dan ketegaran ukhti sebagaimana yang Allah limpahkan kepada mereka yang mengucapkan “Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun” apabila ditimpa musibah (QS Al Baqarah : 155-157). Aamiin

Alhamdulillah hamdan katsiyran thayyiban mubaarakan fiyhi.

Segala puji milik Allah dengan pujian yang sangat banyak, baik, dan penuh berkah.

Saudarimu, Nurul Hidayah

###Note:

- Ummu ‘Umarah (Sahabiyyah yang dalam perang Uhud terluka pada 12 tempat serta kehilangan tangannya ketika Perang Yamamah)

- Ummu Sulaim (Mujahidah yang turut serta dalam Perang Hunain)

- Ukhti Munfiatun (Istri Noordin M Top yang juga pernah di penjara)

- Marwa al Sherbini (muslimah Mesir yang insyAllah syahid ketika memperjuangkan hak muslimah dalam berjilbab di Jerman)

- Dzhanet Abdullayeva (janda mujahid Chechnya)

- Dr. Afia Siddiqui (muslimah asal Pakistan yang dituduh menembak agen FBI dan personel militer AS dalam sebuah kantor polisi di Ghazni)


AfALA TATAFAKKARUUUN YAA UKJAHTI FILLAH???

Ahad, 14 Ogos 2011

tentang niqabis



Suatu kisah...Kisah ini berlaku sewaktu aku di Madinah. Suatu hari aku berjalan melalui pasar. Sebaik saja muazzin melaungkan azan, aku terlihat seorang wanita. Wanita itu ganjil cantiknya. Dia berpaling kepadaku seolah-olah tahu bahawa aku merenungnya. Malah dia memberikanku anggukan kecil penuh bermakna sebelum wanita itu berpusing di satu sudut menuju ke lorong penjual sutera.




Bagaikan terkena panahan halilintar, aku serta-merta tertarik, hatiku terpukau dengan wanita itu. Dalam kepayahan aku berdebat dengan hatiku, memberikan satu demi satu alasan untuk meneruskan langkahku ke masjid memandangkan masanya telah tiba untuk solat, namun perdebatan ternyata gagal. Aku memutuskan untuk mengikut wanita tersebut.






Aku bergegas mengejar wanita itu, nafasku pantas dan mengah manakala wanita itu tanpa disangka mempercepatkan langkahnya. Dia telah berada jauh beberapa kedai di hadapan. Dia memaling wajahnya seketika padaku, terasa kudapat melihat cahaya senyuman nakal wanita itu dibalik purdah hitamnya. "Adakah ini khayalanku sahaja?" bisik hatiku. Akalku seolah-olah tidak berfungsi pada waktu itu.


"Siapakah wanita itu?"




Aku memantaskan langkahku dan memasuki lorong dimana wanita itu dilihatku masuk. Dan seterusnya wanita itu mengimbau aku, sentiasa dihadapan, masih tidak dapat dikejar, semakin jauh dan jauh dari mana kami mula-mula bersua. Perasaanku tambah membuak.




"Adakah wanita itu orang gila?"




Semakin jauh nampaknya wanita itu berjalan hingga ke penghujung bandar. Mentari turun dan tenggelam, dan wanita tersebut masih berada jauh di hadapanku. Sekarang, kami berada di tempat yang tidak disangka, sebuah perkuburan lama.




Kalaulah aku siuman seperti biasa, pasti aku akan merasa gementar, tapi aku terfikir, tempat yang lebih ganjil dari ini biasa dijadikan tempat pasangan kekasih memadu asmara. Dalam 60 langkah di antara kami aku melihat wanita itu memandang ke arahku, menunjuk arah, kemudian turun ke tangga dan melalui pintu bangunan sebuah kubur tua.




Kalaulah aku tidak diamuk senyuman wanita itu tadi, pasti aku berhenti sebentar dan memegun masa, tapi sekarang tiada guna berpaling arah, aku menuruni tangga tersebut dan mengekori wanita itu ke dalam bangunan kubur itu. Di dalam bilik bangunan kubur itu, kudapati wanita itu duduk di atas ranjang yang mewah, berpakaian serba hitam masih berpurdah, bersandar pada bantal yang diletak pada dinding, diterangi cahaya lilin pada dinding bilik itu. Di sebelah ranjang itu, aku terpandang sebuah lubang perigi. "Kuncikan pintu itu," kata wanita itu, dengan suara yang halus gemersik seumpama berbisik, "dan bawakan kuncinya. " Aku akur.




"Buangkan kunci tersebut ke dalam perigi itu," kata wanita itu. Aku tergamam sebentar, kalaulah ada saksi di situ, pasti saksi itu dapat melihat gamamku. "Buang-lah," ujar wanita itu sambil ketawa, "tadi kau tidak berfikir panjang untuk meninggalkan solatmu untuk mengekoriku kemari?" Tempelak wanita itu lagi. Aku diam.




"Waktu maghrib sudah hampir selesai," kata wanita itu bernada sedikit menyindir . "Apa kau risaukan? Pergilah buangkan kunci itu, kau mahu aku memuaskan nafsumu, bukan?" Aku terus membuang kunci pintu tersebut ke dalam perigi, dan memerhatikan kunci itu jatuh. Perutku terasa bersimpul tatkala tiada bunyi kedengaran ketika kunci itu jatuh ke dalam lantai perigi. Aku berasa kagum, kemudian takut.




"Tiba masanya untuk melihat aku," kata wanita tersebut, dan dia mengangkat purdahnya untuk mendedahkan wajah sebenarnya. Bukan wajah segar seorang gadis remaja, tapi kehodohan wajah yang mengerikan, jijik, hitam dan keji, tanpa satu zarah cahaya kelihatan pada alur kedut ketuaannya. " Pandang aku sungguh-sungguh," kata wanita itu lagi.


"Namaku Dunia. Aku kekasihmu. Kau habiskan masamu mengejarku , sekarang kau telah memiliki diriku . Didalam kuburmu. Mari. Mari." Kemudian wanita itu ketawa dan ketawa, sehingga dia hancur menjadi debu, dan lilin itu padam satu demi satu, dan kegelapan menyelubungi suasana.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...